Sukses dari Bisnis Cerutu
Roy Kurniawan, Meraih Sukses dari Bisnis Cerutu
Peluang usaha-oke.com
TEMPO Interaktif, Surabaya – Layar ipad dan cerutu bak kawan hidup Roy Kurniawan Laksono, 30 tahun, saban harinya. Sukses dari Bisnis Cerutu Roy bukan sembarang cerutu, melainkan merek Cohiba, cerutu paling kesohor di dunia. Di Indonesia, harga Cohiba Rp 400 – 600 ribu sebatang. “Yang limited edition bisa mencapai Rp 1 juta,” kata Roy, Senin (17/1).
Yang dimaksud cerutu limited edition adalah cerutu hasil panen tembakau Kuba yang mutunya paling bagus. Alumni Universitas Kristen Petra Surabaya ini memang menekuni bisnis cerutu, baik lokal maupun impor. Sebagai orang sibuk, Roy tidak pernah lupa membawa Cohiba di tasnya.
Cerutu yang paling dia gemari itu disimpan dalam kotak khusus yang terbuat dari spanish cedar wood. Ini adalah wadah khusus cerutu. “Di kotak ini, cerutu yang tidak habis dihisap, rasa dan baunya tidak berubah saat dihisap lagi,” ujar Roy.
Roy termasuk penggemar berat cerutu di Surabaya. Di kota ini, kata dia, komunitas penggemar cerutu telah terbentuk kendati jumlahnya tidak lebih 30 orang. Tapi, kata Roy, komunitas cerutu tersebut jarang kumpul bareng. “Kalau ada even musik di hotel berbintang, kami baru bisa ketemuan sambil menghisap bareng-bareng,” ujar Roy.
Semula, kata Roy, komunitas ini memilih hotel bintang lima JW Marriot di Jalan Embong Malang sebagai tempat kongko. Tapi belakangan tempat ngumpul itu berpindah-pindah antara hotel Sheraton dan Shangri-la. “Tapi intensitas ngumpulnya jarang banget,” kata Roy.
Wajar bila mereka jarang bareng. Sebab, kata Roy, anggota komunitas ini memang segmented dan terdiri dari orang-orang yang super sibuk. Hampir semuanya adalah level direktur dan manajer sebuah perusahaan. Salah satunya adalah Edric, manajer rokok merek Wismilak.”Usia kami 30 tahun ke atas,” kata dia.
Bila ingin ngumpul, Roy biasanya sebagai pengundang. Maklum, kendati paling muda, Roy adalah Direktur Utama PT Cuban Cigars Indonesia. Perusahaan inilah yang mengimpor cerutu dari mancanegara dan menjalankan bisnis cerutu lokal merek Tambo. Selain dari Kuba, Roy juga mendatangkan cerutu dari Nikaragua, Republik Dominika, Honduras, Meksiko dan Filipina.
Sebelum menekuni bisnis cerutu, Roy bekerja di bidang finance dan ivestment. Dari situ dia mulai mengenal orang-orang penghobi cerutu dan peluang bisnisnya. Akhirnya dia banting stir ke bisnis cerutu karena belum ada pemain di bidang ini. Kini, Roy menjual cerutunya dengan cara online. “Kami mensuplai cerutu ke seluruh Indonesia, khususnya Jakarta, Bali dan Kalimantan,” ujar dia.
Usaha ini dikendalikan di rumahnya yang mewah di perumahan elit Darmahusada Indah Surabaya. Untuk lebih memperkenalkan produknya, serta seputar cerutu, dia membuat website bernama www.cubancigarsindonesia.com. Selain cerutu, dia juga menjual asesoris cerutu, seperti wadahnya, korek dan alat pemotong. “Cerutu sudah seperti gaya hidup,” kata dia.
Harga cerutu impor non-Cohiba berkisar antara Rp 100 – 300 ribu per batang. Adapun cerutu lokal bisa hanya Rp 60 – 100 ribu. Namun kaum berduit, menurut Roy, 80 persen menyukai cerutu impor khususnya Cohiba. “Bila dihisap, cerutu Kuba lebih berat dari cerutu lain,” kata dia.
Menurut Roy, cerutu yang bagus di antaranya ialah bila batangnya padat dan tidak gembos serta tidak berbunyi “krek” bila ditekan. Selain itu, cerutu yang baik adalah bila abunya tidak jatuh meski sudah panjang. Bila ingin menikmati cerutu, kata Roy, abu yang telah memanjang ini tidak boleh diketuk-ketukan agar jatuh. “Karena fungsi abu itu untuk mendinginkan api,” katanya.
Cerutu, kata dia, paling bagus dinikmati di saat suasana rileks atau santai. Cerutu tidak bisa dinikmati di kala sedang dikejar waktu karena sebelum cerutunya habis keburu harus melakukan aktifitas lain. Tidak semua penikmat cerutu adalah perokok, termasuk Roy. “Penikmat cerutu sejati adalah mereka yang menghisap untuk relaksasi,” katanya.
Tempat favorit Roy menikmati cerutu adalah di lounge hotel bintang lima, pegunungan atau pantai. Sebab suasana sekitar turut mempengaruhi nikmat tidaknya cerutu itu. Tapi bila hari Minggu, Roy lebih senang menikmati cerutu di rumahnya saja. “Setiap pekan saya menghabiskan dua cerutu,” kata bapak dua putera ini.
Sumber : www.tempointeraktif.com
Info Terkait
- Peluang Usaha Sablon Digital
- Peluang Usaha Toko Perlengkapan Salon
- Game Gratis
- Peluang Usaha Barang Bekas
- 10 Tips Meraih kesuksesan 2
- 10Tips Meraih Kesuksesan
- Posting Dengan Word2007
- Cara Merawat Baterai Laptop
- Software Membuat Website
- Winrar Free Download
No comments [Comments are now closed for this post] Posted by hadizafa - Januari 18, 2011 at 6:33 AM
Categories: BERITA Tags: bisnis cerutu, cerutu, peluang usaha, sukses




