Resin Pada Cat

Diposting pada

Cat Tahan Panas – Resin atau binder merupakan komponen utama di dalam cat. Resin berfungsi merekatkan komponen-komponen yang ada dan melekatkan keseluruhan bahan terhadap permukaan suatu bahan (membentuk film). Resin terhadap dasarnya adalah polymer di mana terhadap temperatur area (atau temperatur applikasi) bentuknya cair, bersifat lengket dan kental. Ada banyak model resin, seperti: Natural Oil, Alkyd, Nitro Cellulose, Polyester, Melamine, Acrylic, Epoxy, Polyurethane, Silicone, Fluorocarbon, Venyl, Cellolosic, dll. Resin dibagi berdasarkan mekanisme mengering atau mengerasnya (pembentukan film).

Tabel 2.1. Pembagian resin berdasarkan mekanisme mengering atau mengerasnya (pembentukan film)
PENGUAPAN SOLVENT (Lacquer dan Duco) Mengering atau mengerasnya resin berjalan karena penguapan solvent yang ada. Bahan yang padat akan tertinggal dan melekat merata terhadap semua permukaan bahan yang dicat. Selama solventnya masih ada maka resin ini belum mengeras. Untuk mempercepat sistem menguapnya solvent, biasanya dibantu bersama dengan pemanasan. Resin model ini secara alamiah polymer-nya telah memadai besar agar film yang terbentuk sekalipun tidak berjalan reaksi kimia telah memadai kuat dan padat.

Kecepatan mongering, mutu rata dan kilap dari permukaan film terlalu terpengaruh oleh penentuan model dan komposisi solventnya. Contoh resin model ini adalah Nitro Cellulosa (NC), Cellolose Acetate Butyrate (CAB), Chlorinated Rubber, Acrylic Co-polymer, dll

REAKSI DENGAN UDARA (Varnish dan Syntetic Enamel) Mengering atau mengeras karena ada reaksi kimia antara komponen hawa (oksigen atau air) bersama dengan resin tersebut membentuk molekul-molekul baru yang lebih besar dan saling berikatan satu mirip lain. Resin Alkyd atau Natural Oil (atau gabungan keduanya) mempunyai ikatan rangkap (tak jenuh) di dalam struktur molekulnya, oleh maka dari itu resin ini bersifat reaktif terhadap oksigen, tapi terhadap temperatur area raktifitasnya masih kurang, harus ditingkatkan reaktifitasnya bersama dengan penambahan katalis (dryer) jika akan dipakai.
Pada resin Prepolymer Polyisocyanate berjalan reaksi “ moisture cure” antara gugus fungsional yang reaktif bersama dengan air (kelembaban) di udara.
Ciri utama cat yang mempergunakan Resin model ini adalah akan enteng mengeras terhadap permukaannya (atau mengulit), andaikan kena hawa (terbuka kalengnya memadai lama).

REAKSI POLYMERISASI Campuran akan mengeras atau mengering karena berjalan reaksi kimia antara dua resin yang ada di dalam campuran cat, reaksi ini sering disebut reaksi polymerisasi. Reaksi polymerisasi (baik kondensasi maupun addisi) sanggup berjalan karena adanya katalis, tanpa katalis (non katalis), panas atau radiasi UV.
Hasil reaksinya adalah sebuah campuran polymer yang mempunyai berat molekul jauh lebih besar dan mempunyai ikatan tiga demensi (crosslink) yang jauh lebih kuat dibanding reaksi yang dijelaskan sebelumnya.

Tanpa katalis(2 Pack Enamel) Pada suhu ruang, dua pakai resin model ini telah memadai reaktif untuk memulai reaksi, maka pasangan resin model ini harus dipisahkan satu mirip lain sebelum akan dipakai, dicampur satu bersama dengan lainnya jika hanya akan digunakan. Tergolong di dalam model ini adalah resin Epoxy bersama dengan Polyamide dan Polyol bersama dengan Polyisocyanate. Resin kedua di dalam pasangan tersebut, polyamide atau polyisocyanate biasa disebut sebagai “hardener”, karena setelah resin ini dicampurkan bersama dengan pasangannya akan berjalan reaksi polymerisasi di mana hasilnya ditandai bersama dengan mengerasnya campuran tersebut.

Dengan Katalis Karena pasangan dua resin ini tidak memadai reactive, maka harus ditambahkan katalis untuk memulai reaksinya. Resin model ini sanggup dicampur dan disimpan di dalam satu wadah satu bersama dengan lainnya. Selama katalis belum dicampurkan maka tidak akan berjalan pengerasan terhadap bahan-bahan tersebut. Contoh resin ini adalah resin amino (melamine) dan alkyd polyol yang akan bereaksi atau mengeras andaikan ditambahkan katalis yaitu bersifat asam organik atau anorganik.

Panas (StovingEnamel) Disamping katalis seperti telah disebutkan di atas, panas terhitung biasa digunakan sebagai alat untuk mempercepat reaksi kimia. Contohnya adalah resin amino dan alkyd polyol yang dipakai terhadap cat model stoving (pangggang) terhadap cat-cat mobil.

Radiasi UV Beberapa resin tertentu, seperti: Polyester tidak jenuh, sanggup bereaksi satu bersama dengan yang lain andaikan diradiasi bersama dengan sinar UV. Pengeringan dan pengerasan berjalan setelah campuran resin dikenai sinar UV.

Setiap model resin mempunyai banyak sekali model dan turunanya, lebih-lebih gabungan antara satu resin bersama dengan resin yang lain terhitung menaikkan perbendaharaan model resin baru. Daya tahan, kebolehan dan pembawaan cat secara keseluruhan terlalu terpengaruh oleh model resin yang dipakai.

Pemilihan resin yang dipakai terlalu terpengaruh oleh banyak pertimbangan diantaranya adalah sebagai berikut:

Pemakaian, jika akan digunakan bersama dengan kuas maka sebaiknya dipakai resin yang secara alami encer dan agak lambat keringnya. Resin yang cocok adalah alkyd bersama dengan persentase oil yang memadai banyak (alkyd long oil). Resin bersama dengan kekentalan tinggi dan cepat kering terlalu tidak cocok dipakai untuk pemakain bersama dengan kuas, akan mengakibatkan permukaan yang tidak rata setelah cat kering. Begitu terhitung resin yang encer dan lambat kering terlalu tidak cocok untuk pemakaian bersama dengan spray terhadap permukaan vertical.

Kekuatan, jika dibutuhkan cat bersama dengan daya tahan tinggi terhadap sinar matahari, maka resin yang pas adalah Acrylic atau Polyurethane, tapi jika dibutuhkan cat bersama dengan kebolehan tinggi terhadap kimia, gesekan, benturan, dan seterusnya tapi untuk pemakian di dalam, maka resin Epoxy adalah jawabannya.
Dan pertimbangan-pertimbangan yang lain seperti ongkos/harga, substrat (permukaan bahan yang akan di cat), lingkungan (berair, kering, korosif,…), dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *